<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Andai dunia bisa berkata...</title>
	<atom:link href="http://kataduniakata.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kataduniakata.wordpress.com</link>
	<description>Kata tak berarti dihadapanNya, Tangan dan kaki berganti bicara</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Jun 2007 02:46:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Revisi Goal-Setting Pendidikan Indonesia oleh ahmad kurnia</title>
		<link>http://kataduniakata.wordpress.com/2007/05/02/revisi-goal-setting-pendidikan-indonesia/#comment-2</link>
		<dc:creator>ahmad kurnia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Jun 2007 02:46:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://kataduniakata.wordpress.com/2007/06/11/revisi-goal-setting-pendidikan-indonesia/#comment-2</guid>
		<description>Salam kenal,
sangat berisi artikelnya memang perlu dipikirkan kembali sistem pendidikan kita ini yang terasa ada ketidak beresan dalam tatanan aplikatif, coba lihat kasus ujian nasional yang harus ada perubahan goal setting dan kebingungan dilapangan jelas menjadi beban struktural dengan dalih prestise sebagai penguasa. Artinya politisasi pendidikan jauh lebih menonjol dibandingkan kemadirian  sebagai institusi yang dicabik-cabik dengan mengorbankan hati nurani. Goal setting bukan hanya dari sistem semata saja tapi harus memperhatikan perbaikan kultur dan pemisahan penguasaan pendidikan dari cengkraman para politisi yang menjadikan pendidikan sebagai komoditi politik untuk menguatkan posisinya di kekuasaan, termasuk kemandirian guru dalam mengekpresikan hati nuraninya. semoga goal setting ini bukan sekedar wacana semata, tapi benar-benar bisa merubahnya baik secara re-inveting maupun memperbaikinya sehingga bisa merubah sistem dan kultural yang lebih humanis lagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal,<br />
sangat berisi artikelnya memang perlu dipikirkan kembali sistem pendidikan kita ini yang terasa ada ketidak beresan dalam tatanan aplikatif, coba lihat kasus ujian nasional yang harus ada perubahan goal setting dan kebingungan dilapangan jelas menjadi beban struktural dengan dalih prestise sebagai penguasa. Artinya politisasi pendidikan jauh lebih menonjol dibandingkan kemadirian  sebagai institusi yang dicabik-cabik dengan mengorbankan hati nurani. Goal setting bukan hanya dari sistem semata saja tapi harus memperhatikan perbaikan kultur dan pemisahan penguasaan pendidikan dari cengkraman para politisi yang menjadikan pendidikan sebagai komoditi politik untuk menguatkan posisinya di kekuasaan, termasuk kemandirian guru dalam mengekpresikan hati nuraninya. semoga goal setting ini bukan sekedar wacana semata, tapi benar-benar bisa merubahnya baik secara re-inveting maupun memperbaikinya sehingga bisa merubah sistem dan kultural yang lebih humanis lagi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Selamat Datang di Dunia&#8230; oleh Mr WordPress</title>
		<link>http://kataduniakata.wordpress.com/2007/06/10/hello-world/#comment-1</link>
		<dc:creator>Mr WordPress</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Jun 2007 22:25:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-1</guid>
		<description>Hi, this is a comment.&lt;br /&gt;To delete a comment, just log in, and view the posts&#039; comments, there you will have the option to edit or delete them.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hi, this is a comment.<br />To delete a comment, just log in, and view the posts&#8217; comments, there you will have the option to edit or delete them.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
