<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Andai dunia bisa berkata...</title>
	<atom:link href="http://kataduniakata.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kataduniakata.wordpress.com</link>
	<description>Kata tak berarti dihadapanNya, Tangan dan kaki berganti bicara</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Jul 2008 09:50:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kataduniakata.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/16d86d3eaf580df0f8e7efc4e6cde40b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Andai dunia bisa berkata...</title>
		<link>http://kataduniakata.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Waktu Layaknya Pedang</title>
		<link>http://kataduniakata.wordpress.com/2008/07/02/waktu-layaknya-pedang/</link>
		<comments>http://kataduniakata.wordpress.com/2008/07/02/waktu-layaknya-pedang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 09:50:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kataduniakata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kataduniakata.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Zaman semakin modern, banyak orang merasa sangat sibuk. Baginya, waktu adalah uang. Kontras dengan itu, tidak sedikit pula manusia yang menghambur-hamburkan waktunya. Mereka memiliki motto: &#8220;Waktu muda hura-hura, waktu tua kaya raya, kalau mati masuk surga&#8221;. Namun pandangan mereka mungkin akan berubah kalau saja mereka bisa meresapi makna sebuah sya&#8217;ir Arab yang menggambarkan karakter sang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kataduniakata.wordpress.com&blog=1224662&post=58&subd=kataduniakata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Zaman semakin modern, banyak orang merasa sangat sibuk. Baginya, waktu adalah uang. Kontras dengan itu, tidak sedikit pula manusia yang menghambur-hamburkan waktunya. Mereka memiliki motto: &#8220;Waktu muda hura-hura, waktu tua kaya raya, kalau mati masuk surga&#8221;. Namun pandangan mereka mungkin akan berubah kalau saja mereka bisa meresapi makna sebuah sya&#8217;ir Arab yang menggambarkan karakter sang waktu: Al-Waqt ka al-saif. Fa in lam taqtha&#8217;haa qath&#8217;aka (Waktu laksana pedang, jika kamu tidak memanfaatkannya maka ia akan menebasmu).<br />
***<br />
Waktu adalah salah satu dimensi dalam hidup manusia. Karakternya, waktu senantiasa berpacu secara cepat, tanpa terasa, dan tiba-tiba menghujam. Tidaklah heran mengapa masyarakat Arab mengkiaskan cepatnya waktu dengan kilatan pedang menyambar. Agar dapat meresapi cara mengatur waktu yang baik agaknya kita perlu belajar dari seorang ksatria mengenai teknik memainkan sebilah pedang. Saya teringat kisah kepiawaian sahabat nabi, Khalid bin Walid dalam bermain pedang. Begitu piawainya ia sampai-sampai dijuluki Saifullah (pedang Allah).<br />
Suatu saat Khalid memimpin pasukan Islam bertempur sengit di Yarmuk (wilayah perbatasan dengan Syria) melawan pasukan Romawi di bawah panglima Gregorius Theodore. Berkat kepandaiannya bermain pedang, banyak pasukan musuh terbunuh. Lalu terjadilah sebuah peristiwa yang mengesankan.<br />
Gregorius ingin menghindari jatuhnya banyak korban di pihaknya dengan menantang Khalid untuk berduel. Dalam pertempuran dua orang itu, tombak Gregorius patah terkena sabetan pedang Khalid. Gregorius lalu mengambil sebilah pedang besar. Ketika berancang-ancang perang lagi, Gregorius bertanya pada Khalid tentang motivasinya berperang dan kaitannya dengan Islam. Terkesan oleh jawaban Khalid, di hadapan ratusan ribu pasukan Romawi dan Muslim, Gregorius akhirnya menyatakan diri masuk Islam. Ia lalu belajar Islam sekilas, sempat menunaikan salat dua rakaat, bertempur di samping Khalid dan akhirnya mati syahid di tangan mantan pasukannya sendiri.<br />
Apa rahasia kesuksesan Khalid? Ternyata kepandaiannya mengibaskan pedang dilandasi dengan iman kepada Allah SWT. Akibatnya lawan yang berhasil ditebasnya hanya musuh-musuh Islam. Sama halnya dengan waktu, berbagai aktivitas untuk mengisinya perlu juga didasari dengan iman yang kuat sehingga menjadi amal shaleh. Sebuah pelajaran yang menarik, bahwa berbuat baik saja ternyata tidak cukup tanpa dilandasi dengan iman dan sesuai dengan syariat-Nya.<br />
Allah SWT pun sering mengingatkan manusia dalam berbagai firman-Nya mengenai pentingnya kedua kunci manajemen waktu tersebut. Bahkan dalam QS. Al-Ashr, Dia menambahkan dua kriteria lagi untuk menghindari kerugian yaitu saling nasehat-menasehati dalam kebaikan dan ajak-mengajak dalam kesabaran.<br />
Manusia yang bisa memanfaatkan karunia waktu secara fitrah akan mencapai kesuksesan seperti Khalid bin Walid. Namun jika manusia lengah barang sedetik pun, pedang lawan bisa menghunusnya dan berakhir dengan penyesalan.<br />
***<br />
Sikap seorang Muslim terhadap waktu dapat diibaratkan dengan sikap seorang ksatria terhadap pedang andalannya. Semakin sering berlatih dan bertempur, maka ia akan semakin berpengalaman dan semakin berkualitas permainannya, akhirnya semakin sulit dikalahkan. Namun demikian menjadi ksatria andalan tidak menjadikannya terlena, lengah, sombong, dan mengurangi latihan. Justru sebaliknya, ia makin meningkatkan kewaspadaan dan tekun berlatih di waktu senggang agar selalu tangguh.<br />
Ia tidak segan-segan mengevaluasi dirinya agar kualitas permainannya terus teruji. Seorang ksatria yang berilmu padi justru mempergunakan kepiawaiannya sesuai dengan porsi yang dibutuhkan, mengikuti aturan yang digariskan-Nya untuk membela Diennullah. Itu semua ia lakukan karena sangat paham bahwa kepandaiannya akan dimintai pertanggung-jawaban oleh Yang Maha Kuasa di akhirat kelak.<br />
Sabda Rasulullah saw. yang diriwayatkan Mu&#8217;adz bin Jabal, &#8220;Tidak akan tergelincir (binasa) kedua kaki seorang hamba di hari kiamat, hingga ditanyakan kepadanya 4 perkara, usianya untuk apa ia habiskan, masa mudanya bagaimana ia pergunakan, hartanya dari mana ia dapatkan dan pada siapa ia keluarkan, ilmunya dan apa-apa yang ia perbuat dengannya.&#8221; (HR. Bazzar dan Thabrani).<br />
Demikianlah, seorang muslim harus menyatukan sang waktu ke dalam jiwanya yang beriman sebagaimana pedang Khalid bin Walid yang berpadu dengan kemahirannya. Bukankah motto hidup seorang muslim seharusnya adalah &#8220;Hayatuna kulluha &#8216;ibadah.&#8221; (Hidup seluruhnya untuk ibadah).</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kataduniakata.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kataduniakata.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kataduniakata.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kataduniakata.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kataduniakata.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kataduniakata.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kataduniakata.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kataduniakata.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kataduniakata.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kataduniakata.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kataduniakata.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kataduniakata.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kataduniakata.wordpress.com&blog=1224662&post=58&subd=kataduniakata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kataduniakata.wordpress.com/2008/07/02/waktu-layaknya-pedang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ecbb07d10bf90e2220f65fb22f9d912?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Masdab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obat Hidup dari Sang Guru</title>
		<link>http://kataduniakata.wordpress.com/2008/06/13/obat-hidup-dari-sang-guru/</link>
		<comments>http://kataduniakata.wordpress.com/2008/06/13/obat-hidup-dari-sang-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 09:42:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kataduniakata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kataduniakata.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya, &#8220;Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati.&#8221; Sang Guru tersenyum, &#8220;Oh, kamu sakit.&#8221;
&#8220;Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan.Itu sebabnya saya ingin mati.&#8221; Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kataduniakata.wordpress.com&blog=1224662&post=55&subd=kataduniakata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya, &#8220;Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati.&#8221; Sang Guru tersenyum, &#8220;Oh, kamu sakit.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">&#8220;Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan.Itu sebabnya saya ingin mati.&#8221; Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">&#8220;Kamu sakit. Dan penyakitmu itu bernama, &#8216;Alergi Hidup&#8217;. Ya, kamu alergi terhadap<br />
<span> </span>kehidupan.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit.Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Usaha, pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang<span> </span>abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>&#8220;Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.&#8221; kata sang Guru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>&#8220;Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.&#8221; Pria itu menolak tawaran sang Guru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>&#8220;Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>&#8220;Ya, memang saya sudah bosan hidup.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;"><span> </span>&#8220;Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisasnya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut &#8220;obat&#8221; oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal<span> </span>1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan berbisik, &#8220;Sayang, aku mencintaimu.&#8221; Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke<br />
luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Sang istripun merasa aneh sekali, &#8220;Sayang, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, sayang.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, &#8220;Hari ini, Bos kita kok aneh ya?&#8221; Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu disekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, &#8220;Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.&#8221; Anak-anak pun tidak ingin tinggalan, &#8220;Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, &#8220;Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span style="font-size:12pt;line-height:150%;">Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP!</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kataduniakata.wordpress.com/55/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kataduniakata.wordpress.com/55/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kataduniakata.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kataduniakata.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kataduniakata.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kataduniakata.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kataduniakata.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kataduniakata.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kataduniakata.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kataduniakata.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kataduniakata.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kataduniakata.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kataduniakata.wordpress.com&blog=1224662&post=55&subd=kataduniakata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kataduniakata.wordpress.com/2008/06/13/obat-hidup-dari-sang-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ecbb07d10bf90e2220f65fb22f9d912?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Masdab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekali Lagi Tentang Sabar</title>
		<link>http://kataduniakata.wordpress.com/2008/06/01/sekali-lagi-tentang-sabar/</link>
		<comments>http://kataduniakata.wordpress.com/2008/06/01/sekali-lagi-tentang-sabar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 09:46:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kataduniakata</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kataduniakata.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita naik mobil angkutan umum di tengah kemacetan lalu lintas, maka kita dituntut untuk bersabar. Kita tak boleh mencaci si sopir, apalagi membentak-bentak. Ketika kita berdesak-desakkan di kereta api kita juga dituntut sabar. Pada saat itu kita tidak boleh marah, kendati mungkin kaki kita terinjak.
Demikian pula di saat negeri ini dibanjiri air yang melimpah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kataduniakata.wordpress.com&blog=1224662&post=56&subd=kataduniakata&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ketika kita naik mobil angkutan umum di tengah kemacetan lalu lintas, maka kita dituntut untuk bersabar. Kita tak boleh mencaci si sopir, apalagi membentak-bentak. Ketika kita berdesak-desakkan di kereta api kita juga dituntut sabar. Pada saat itu kita tidak boleh marah, kendati mungkin kaki kita terinjak.<br />
Demikian pula di saat negeri ini dibanjiri air yang melimpah kita pun harus sabar. Karena sumpah serapah yang kita arahkan kepada penguasa pun tak akan mengurangi volume banjir yang merendam hampir 30% wilayah Indonesia. Nah, dari air itulah kita tahu bahwa kehidupan dan kematian itu berasal dari air. Jadi sabar memang tak ada batasnya, sebagaimana iman itu sendiri.<br />
Pantaslah jika dalam sebuah kesempatan Nabi Muhammad SAW berpesan kepada kita untuk selalu bersabar (tabah dan ikhlas menerima kenyataan/taqdir). Bahkan beliau mengatakan,&#8221;Sebagian dari iman adalah sabar&#8221;. Rasulullah yang mulia sendiri, setiap ditimpa musibah apa saja, tak pernah mengeluh apalagi sampai menyalah-nyalahkan orang lain. Entah itu pemerintah, tetangga, atau orang lain. Anehnya, kita tak pernah menyalahkan diri kita. Padahal, jangan-jangan kesalahan negeri ini juga karena kesalahan kita yang tanpa sadar kita turut menyumbangnya.<br />
Kenapa kita diperintah untuk bersabar oleh Allah? Inilah terapi psikologis canggih yang diberikan Allah kepada kita. Melalui sikap inilah kita disadarkan bahwa manusia itu tak mampu mengelola hidupnya secara pasti. Dialah Allah yang mengurus segala urusan kita.<br />
Itulah makna kita membaca Alhamdulillahi Rabbil &#8216;alamien. Artinya, bahwa yang mengatur segala urusan kita itu adalah Dia. Dengan demikian, bersama sabar kita menghadapi gejolak hidup itu dengan tenang, rileks.<br />
	Untuk menjadi seorang penyabar tidak mudah, memang. Tapi Allah melalui ayat-ayat-Nya, baik yang kauni maupun qauli mengajak kita untuk menjadi ash-shabirin (kelompok orang-orang yang sabar). Lihatlah betapa sabarnya seekor unta yang berjalan di padang pasir sembari membawa beban berat di punuknya. Simak juga kesabaran kerbau atau sapi ketika dengan tekunnya membajak lahan-lahan persawahan. Padahal kalau Allah mau, binatang-binatang itu menolak diperlakukan seperti itu oleh tuan-tuannya.<br />
Kita ingat kisah tentang robohnya kuda Suraqah bin Naufal saat mengejar-ngejar Nabi untuk dibunuh. Kita ingat tenggelamnya Fir&#8217;aun bersama serdadunya di laut Merah ketika mengejar-ngejar Nabi Musa dan pengikutnya. Dan kita juga ingat selamatnya nabi Yunus dari telanan ikan hiu. Kalau saja Allah mau, tentu Nabi Muhammad SAW sudah dibunuh Suraqah, Musa sudah dipenggal oleh algojo-algojo Fir&#8217;aun dan Yunus tidak dikeluarkan lagi dari perut ikan buas itu.<br />
Maka sangat wajar bila Allah mengabadikan mereka dalam al-Qur&#8217;an sebagai al-shabirien dan al-shadiqien, yakni orang-orang yang membenarkan ayat-ayat-Nya. Kuncinya apa? Mereka sabar dalam menjalani hidup ini, tanpa berharap materi di dunia.<br />
Para kekasih Allah itu meneladani sifat Rabb mereka, Al-Shabur, salah satu al-Asma al-Husna yang Allah miliki. Saudara-saudaraku yang dirundung derita, dan mereka yang sedang ditimpa nestapa : Bersabarlah, karena Allah bersama orang-orang yang sabar.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kataduniakata.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kataduniakata.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kataduniakata.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kataduniakata.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kataduniakata.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kataduniakata.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kataduniakata.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kataduniakata.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kataduniakata.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kataduniakata.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kataduniakata.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kataduniakata.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kataduniakata.wordpress.com&blog=1224662&post=56&subd=kataduniakata&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kataduniakata.wordpress.com/2008/06/01/sekali-lagi-tentang-sabar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4ecbb07d10bf90e2220f65fb22f9d912?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Masdab</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>